ReRASAN

Posted: June 14, 2010 in Catatan Warung Kopi

Dahulu, kalau bertemu dengan teman2 dari pers mahasiswa atau organisasi lain, hal yang sering kami lakukan adalah ”Rasan2”, yang biasanya kami gunjingkan adalah tokoh2 terkenal, entah itu tokoh ekonomi, politik maupun pertanian. Karena sekarang jarang yang bisa diajak rasan2, maka saya menulis saja. Kali ini tentang penulis…

Seno Gumira Aji Darma
Ini adalah cerpenis favorit saya, ciri khas cerpennya menurut saya adalah detail, hidup, dan tak bahagia. Saat membaca cerpen2 seno seringkali saya tercengang2, bagaimana dia bisa mengolah ide kecil menjadi sebuah cerpen yang menarik. Ketika berkisah tentang lipstik, lebih tepatnya perempuan yang melipstiki bibirnya, si seno mulai dari awal cerpen hingga akhir hanya berkisah tentang seputar lipstik, dan hebatnya cerpennya tetap menarik. Demikian juga ketika berkisah tentang celana dalam berwarna merah –yang menurut seno adalah celana dalam terindah- dari semenjak awal cerpen hingga akhir ceritanya tak beranjak jauh2 dari celana dalam tadi, dan tentu saja perempuan cantik yang mengenakannya. Tanpa menggunakan alur maupun kalimat yang vulgar seno gumira berhasil membangun cerpen yang memesona dengan hanya –maaf- berbekal celana dalam.
Kadang2 saya bersyukur, untung seno cuma menulis tentang lipstik di cerpennya. Kalau saja ia menulis lengkap proses rias, mulai si perempuan memakai foundation, berbedak dan seterusnya, mungkin cerita itu akan jadi sebuah novel, novel yang panjang. Atau jika seno menceritakan tentang kelanjutan dari ber-rias-ria tadi, misalnya si perempuan ternyata hendak kencan atau ternyata hendak berselingkuh, maka bisa2 tulisannya akan jadi Tetralogi, tentusaja tetralogi yang panjang. Fiuh, untung seno juga cuma cerita tentang sebuah celana dalam, bayangkan kalau dia bercerita tentang Matahari Departement Store yang punya ribuan celana dalam itu… pasti sangat panjang sekali kisahnya

Pramoedya Fajar Ananta Toer
Sosok yang oleh para aktivis di panggil Mas Pram ini adalah novelis favorit saya. Tetralogi pulau burunya benar2 ajaib. Caranya bertutur benar2 indah. Annelis Melema yang dia gambarkan juga terbayang luar biasa cantik. Kalau misalnya ada yang menyamai kecantikan dian sastro dalam bayangan saya cuma ada dua, Kristin kriuk dlm smallville dan Annelis Mellema dalam Bumi Manusia. Ironis memang, saya belajar menulis puisi bukan dari buku2 puisi, tapi justru dari Bumi Manusia-nya mas pram. Menurut saya, Novel Bumi manusia adalah sebuah puisi yang panjang: Ia adalah novel dan ia adalah puisi.

Goenawan Mohamad
Ini adalah sosok penulis essay yang paling saya kagumi. Catatan pinggir-nya saya rasa susah untuk dicari tandingannya di Indonesia. Caranya mengawali dan mengakhiri sebuah artikel sangat cerdas dan menggoda. Tulisannya tajam, lugas, indah, luas dan menggoda secara bersamaan. Seumur hidup saya ingin bisa menulis lebih tajam, lebih lugas dan lebih indah serta lebih menggoda dari Goenawan Mohamad… hahaha tapi bagaimana bisa?
Ada cerita menarik tentang Goenawan ini, semoga saya tak salah ingat dan tak salah sumber. Suatu ketika saat Soeharto masih berkuasa dia mampir ke kantor redaksi Majalah Tempo, bukan sambutan meriah seperti ditempat lain yang ia dapat, tapi sebuah kenyataan bahwa Goenawan Mohammad justru menurunkan bendera setengah tiang sambil menyanyikan lagu gugur bunga. Tentu saja, Soeharto tersinggung. Seluruh karyawan Tempo hingga tukang sapunya ditangkap..

Dina Oktaviani
Penyair muda. Lebih muda dari saya. Menulis puisi lebih banyak dari saya. Dan tentu saja puisi-puisinya jauuuuuuh lebih bagus dari puisi-puisi saya.
Tahun 2002, saat pertama kali membaca beberapa pusinya saya langsung jatuh hati. Buku kumpulan pusisinya dalam Block Note Poetri yang secara tampilan fisik sangat jelek sekali (salah satu buku dengan wujud fisik paling jelek yang pernah saya temui di toko buku) bahkan masih saya simpan sampai sekarang. Saya benar2 terkejut, bagaimana mungkin gadis eehm maksud saya perempuan semuda itu bisa menulis puisi sebagus itu. Dan semua puisinya bagus, benar2 bagus. Puisi2nya adalah patah hati. Kalau anda seorang yang sedang jatuh cinta dan kemudian membaca puisi2nya maka anda akan langsung patah hati. Kata seorang sahabat, Jangan membaca puisi2 dina digedung yang tinggi, resikonya anda akan patah hati lalu meloncat bunuh diri
Sial memang, penyair favorit saya justru hobinya membuat saya patah hati.

Andri Afianto
Dalam dunia nyata, ini salah satu penyair yang bisa dan mau saya ajak ngopi. Kelak kalau dia jadi menteri maka saya akan dengan bangga bilang bahwa dia pernah membuatkan saya kopi! Puisi2nya bagus, berani keluar dari jalur dan menyayat2. Kesederhanaan dan kejujuran puisinya membuat kehidupan seringkali terasa pedih. Kepedihan yang dibalut puisi yang indah. Saking pedihnya, setelah satu kali baca maka butuh waktu yang cukup lama untuk menguatkan mental agar sanggup membacanya untuk yang kedua kali. Logika yang dibangun dalam tulisan2nya seringkali membuat saya geleng2 kepala. Yang paling saya benci dari penyair yang biasa saya panggil Mas Jek ini adalah bahwa dia ternyata tidak pernah mengumpulkan puisi2 dan artikelnya, hingga puisi2nya banyak yang lenyap. Saat ini yang sedang sangat saya tunggu dari mas jek adalah novelnya, yang tak kunjung selesai.

Penulis Terakhir yang Ingin Saya Rasani
Sebenarnya ada satu penulis lagi yang ingin saya rasani. Seorang sahabat. Tapi kalau nekad saya tulis maka kemungkinan yang tersisa ada dua: Pertama, akan jadi bahan Gosip, Kedua, Akan jadi bahan pertengkaran. Hei, aku capek bertengkar denganmu =)
Jadi, cukup sampai di mas jek aja rasan-rasan nya. Oiya, tulisan2 ini sungguh diragukan validitasnya, sama tidak validnya dengan rumpian ibu2 di perumahan, oleh sebab itu jangan dijadikan bahan inspirasi, apalagi bahan skripsi.

Malang, 10 Juni 2010
-fajar, penjual permen-

Comments
  1. azizi says:

    wew..rerasan yang bermanfaat bagi orang lain…dan sedikit dosanya….he..he….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s