Sembilan Puluh Lima Persen (Harapan Part 2)

Posted: August 8, 2010 in Catatan Warung Kopi
Tags: , , ,
Masih Tentang mimpi, masih tentang harapan. Suatu ketika saya terharu membaca surat terbuka anis baswedan kepada anak muda Indonesia. Beliau bercerita tentang awal mula republik ini berdiri, bahwa angka buta huruf saat itu 95%. Sungguh, saya tak pernah berfikir tentang angka ini: 95%. karena doktrin yang saya terima sejak kecil tentang kemerdekaan adalah seputar bom, bedil dan bambu runcing. Angka 95% buat saya ternyata bisa bercerita tentang banyak hal. Republik muda itu, yang kita memanggilnya dengan Indonesia memulai langkahnya dengan berat. Sembilan puluh lima persen kawan! Dan saya benar2 tak habis pikir, terharu dan bangga: menuliskan namanya sendiripun mereka tak mampu, namun berani bicara dan bermimpi tentang sebuah negara berdaulat yang sejajar dengan negara2 besar didunia. Mimpi yang tinggi untuk sebuah bangsa yang bahkan belum bisa mengeja. Saya tak tau, apakah dulu mimpi orang2 yang mendirikan republik muda itu ditertawakan atau tidak. Namun sejarah telah bersaksi, mimpi telah membuktikan bahwa ia akan menemukan jalannya sendiri. Kini, enam puluh lima tahun setelah republik muda itu berdiri angka buta huruf tinggal 8%. Kita boleh berbangga bahwa kita adalah sebuah negeri yang tercerahkan. Kini, kita mampu menuliskan nama kita sendiri, namun sayang, bersama angka buta huruf yang pergi, nyali untuk menuliskan mimpi yang tinggi juga ikut pergi.. 

(Malang, 27 Juli 2010. Disela2 kegiatan mengumpulkan nyali)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s