Archive for the ‘Catatan Warung Kopi’ Category

Ada yang memandang Tuhan itu begitu pemarah dan suka menghukum. Saudara2 saya yang punya pandangan seperti ini ketika terjadi bencana akan dengan mudah mengatakan bahwa bencana itu adalah hukuman Tuhan atas dosa2 manusia yang sudah kelewatan, dan sebagai bangsa yang kelewatan kita memang layak untuk dihukum. Suara2 seperti ini memang sedang nyaring, dan disuarakan dari [...]

Harapan

Posted: August 8, 2010 in Catatan Warung Kopi
Tags: , , , , ,

“Kalender selalu sampai di lembar terakhir, kita selalu tiba di pangkal pertanyaan: Benarkah harapan mungkin?” kata Goenawan mohamad, disalah satu tulisannya. Saya termenung2 saat membaca kalimat ini. Harapan, sebuah kata yang sering membuat saya gelisah, tegar sekaligus gentar. Saya sering menyebut harapan dengan mimpi, walaupun memang tak persis benar maknanya. Mimpi atau harapan membuat malam-malam [...]

Masih Tentang mimpi, masih tentang harapan. Suatu ketika saya terharu membaca surat terbuka anis baswedan kepada anak muda Indonesia. Beliau bercerita tentang awal mula republik ini berdiri, bahwa angka buta huruf saat itu 95%. Sungguh, saya tak pernah berfikir tentang angka ini: 95%. karena doktrin yang saya terima sejak kecil tentang kemerdekaan adalah seputar bom, [...]

Tuhan yang Feminin

Posted: August 8, 2010 in Catatan Warung Kopi
Tags: , ,

Saya adalah fajar kecil yang cerewet dan banyak bertanya. Dan menyebalkan. Suatu ketika karena terlalu banyak bertanya dengan agak gusar guru saya berkata “jangan terlalu banyak bertanya, seperti bangsa yahudi saja”. Tentu saja waktu itu saya masih terlalu kecil untuk tau apa itu “terlalu banyak tanya” dan “bangsa yahudi” pengetahuan saya tentang bangsa yahudi hanyalah [...]

Bintang-Bintang

Posted: June 14, 2010 in Catatan Warung Kopi

Ini adalah kisah tentang sebuah negeri yang begitu menerima perbedaan, negeri kita, nusantara. Saat berbincang dengan seorang sahabat dia bercerita tentang tari, ada pola mengagumkan tentang tari2an di Indonesia: Dari arah paling barat, aceh, orng menari dengan posisi duduk2, semakin ketimur di jawa, kalimantan dan sulawesi orang menari dengan posisi semakin berdiri, hingga sampai di [...]

Mencari

Posted: June 14, 2010 in Catatan Warung Kopi

Setiap detik kita selalu menemui kenyataan baru yang berulang: Tumbuh. Meninggalkan potongan2 cerita masa lalu untuk bertemu dengan kejutan-kejutan berikutnya. Namun kita selalu bisa pulang. Setidaknya saya bisa selalu pulang, sejauh ini. Berlari2 ke hutan perbukitan di pinggir desa yang kini telah tak ada, atau bermain bola saat purnama. Masa kecil memang menggoda, dan kehidupan [...]

ReRASAN

Posted: June 14, 2010 in Catatan Warung Kopi

Dahulu, kalau bertemu dengan teman2 dari pers mahasiswa atau organisasi lain, hal yang sering kami lakukan adalah ”Rasan2”, yang biasanya kami gunjingkan adalah tokoh2 terkenal, entah itu tokoh ekonomi, politik maupun pertanian. Karena sekarang jarang yang bisa diajak rasan2, maka saya menulis saja. Kali ini tentang penulis… Seno Gumira Aji Darma Ini adalah cerpenis favorit [...]

Sahabat

Posted: June 14, 2010 in Catatan Warung Kopi

21.27.05 Aku punya ide untuk buku aa2. Kita kasih judul aa2: untuk bang iwan. Trus segmen2nya adalah judul2 lagunya bang iwan, sesuai tema. Misal, mata indah bola pingpong adalah tulisan2 kita tentang cinta. Trus ada yang tentang kemanusiaan, mungkin judulnya si budi. Dll.Seru. Gmn? 21.30.18 Iya, seru banget! 21.33.59 Tumben :p biasanya kmu mencaci maki [...]

Preman

Posted: June 14, 2010 in Catatan Warung Kopi

Beberapa waktu lalu saat baru keluar dari sebuah minimaret di jember seorang lelaki meminta uang parkir, padahal di tembok ada tulisan gede-gede ”Parkir Gratis” sambil meninggalkan tempat itu saya dan seorang teman tertawa-tawa geli. Lucu juga jadi preman kalau buta huruf. Saya sungguh tidak menyarankan pembaca untuk meniti karir bidang premanisme jenis ini. Tak ada [...]

Rasanya merinding sekali mendengar pidato Prof. Muhammad Yunus, sang peraih nobel ekonomi dari bangladesh. Dengan nada bijak orang besar ini berkata ”Kemiskinan bukan bagian dari manusia, (kemiskinan) adalah hal yang ditanamkan kedalam kehidupan manusia, yang akhirnya diterima begitu saja” padahal kita punya pilihan untuk merubahnya. Muhammad Yunus, siperaih nobel berpenampilan sederhana yang telah menolong jutaan [...]