<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>halaman kecil untuk kehidupan yang lebih baik</title>
	<atom:link href="http://thefajarinstitute.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thefajarinstitute.wordpress.com</link>
	<description>apapun yang terpikirkan oleh manusia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Dec 2011 00:47:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='thefajarinstitute.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5cfe7377f4dcddf68c5230310adac4eb?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>halaman kecil untuk kehidupan yang lebih baik</title>
		<link>http://thefajarinstitute.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://thefajarinstitute.wordpress.com/osd.xml" title="halaman kecil untuk kehidupan yang lebih baik" />
	<atom:link rel='hub' href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Go Green, Karimunjawa!!</title>
		<link>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2011/01/09/go-green-karimunjawa/</link>
		<comments>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2011/01/09/go-green-karimunjawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2011 17:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thefajarinstitute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Backpacker]]></category>
		<category><![CDATA[backpacker]]></category>
		<category><![CDATA[coral]]></category>
		<category><![CDATA[coral bleaching]]></category>
		<category><![CDATA[Go Green]]></category>
		<category><![CDATA[Hiu]]></category>
		<category><![CDATA[Ikan]]></category>
		<category><![CDATA[Karimunjawa]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pasir putih]]></category>
		<category><![CDATA[pemanasan global]]></category>
		<category><![CDATA[Terumbu]]></category>
		<category><![CDATA[Terumbu Karang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thefajarinstitute.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Tuhan cinta backpacker. Saya dan banyak pembawa tas punggung lainnya percaya itu, bahwa Tuhan selalu cinta pada mereka yang menempuh perjalanan, dan bahwa para penyusur bumi ini banyak dinaungi keberuntungan. Sebagai backpacker pemula nan amatir, saya punya banyak cerita-cerita kecil yang menurut saya menakjubkan, yang pasti takkan saya dapat jika misalnya saya menghabiskan hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=66&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p>Tuhan cinta backpacker.  Saya dan banyak pembawa tas punggung lainnya percaya itu, bahwa Tuhan  selalu cinta pada mereka yang menempuh perjalanan, dan bahwa para  penyusur bumi ini banyak dinaungi keberuntungan.</p>
<p>Sebagai  backpacker pemula nan amatir, saya punya banyak cerita-cerita kecil yang  menurut saya menakjubkan, yang pasti takkan saya dapat jika misalnya  saya menghabiskan hari libur saya dengan menonton tivi seharian. Kawan,  menonton tivi terlalu lama itu menghapus keberuntungan-keberuntungan  kita untuk mendapati keajaiban-keajaiban kecil diluar sana.<a href="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/jump.jpg"><img class="size-medium wp-image-67 alignright" title="Jump" src="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/jump.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pagi  itu 30 desember 2010 saya sangat menikmati moment saat berada di ujung  kapal nelayan, terayun-ayun ombak sambil memandangi pulau-pulau kecil  berpasir putih yang betebaran disekitar laut karimunjawa. Perahu kecil  kami melaju pelan menembus perairan jernih menuju spot snorkeling  pertama.  Kejernihan laut memancar dari wajah kami.  Ada ketenangan dan  kesegaran luar biasa yang saya dapatkan disana, diatas perahu kecil itu.  Namun hal berbeda saya rasakan saat naik kapal verry, tak ada  kenikmatan rasanya. Di negeri ini setiap menggunakan fasilitas angkutan  massal saya seringkali merasa berada ditempat penampungan bencana.</p>
<p>Sesi  yang menjadi salah satu favorit saya adalah saat berenang bareng hiu di  kolam penangkaran tak jauh dari dermaga nelayan. Sungguh, saya gugup  sekali saat pertama kali turun ke kolam dengan hanya berbekal alat  snorkel dan kacamata google  saja. Apalagi hiu hitam dan hiu putih yang  ada di kolam tersebut lumayan banyak. Saya gugup karena sebuah fakta,  bahwa hiu ini jelas lebih mahir berenang dari saya, dan dia punya rahang  dan gigi yang lebih tajam dari gigi saya. Berdekatan dengan sesuatu yg  kita anggap lebih hebat atau lebih mahir memang memungkinkan kita untuk  menjadi gugup. Kawan, sebuah persepsi yang dibangun tanpa data dan fakta  akurat adalah jalan lapang menuju kesesatan. Hanya dengan melihat  rahang yang kuat dan gaya berenang yang lincah telah membuat saya  berprasangka buruk terhadap hiu ini. Dalam batas persepsi, saya telah  melakukan kejahatan pada si hiu yg bahkan barangkali tak pernah  terlintas dalam benaknya untuk menggigit saya.</p>
<p><a href="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/hiu.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-68" title="hiu" src="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/hiu.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Sungguh,  pada waktu masuk kolam itu saya masih mengira bahwa hiu-hiu disitu  adalah hiu pemakan plankton seperti yang biasa dimakan hiu tutul. Namun  saya tertegun ketika orang-orang dipinggir kolam melemparkan daging ikan  yang disambut oleh para hiu dengan ganas, mereka berebut makan daging  ikan, lalu setelah ikan habis mereka berenang berputar-putar sambil  memperlihatkan siripnya di permukaan air. Saya rasa hiu itu sedang  mengirimkan pesan bahwa mereka adalah predator terkuat dikolam itu.  Pesan saya terima, dan segera saja saya memastikan bahwa tak ada bagian  tubuh saya yang sedang terluka, karena seperti hiu pada umumnya mereka  sensitif pada darah. Melihat ganasnya ikan-ikan hiu itu dalam berebut  potongan daging ikan sebenarnya saya ingin segera naik ke atas kolam,  namun satu pemahaman membuat nyali saya sedikit menguat: bahwa saya  adalah makhluq dengan struktur mata berada didepan. Kawan, secara umum  makhluk yang mempunyai mata menghadap kedepan adalah makhluk yang  ditakdirkan sebagai pemburu. Harimau misalnya, mereka mempunyai mata  menghadap kedepan agar bisa fokus memburu makanan, mereka tidak butuh  mata yang bisa melihat kearah samping atau belakang karena mereka adalah  pemburu, yang tak perlu takut akan diterkam oleh rusa atau kelinci dari  belakang. Dan kawan, manusia juga adalah makhluk dengan mata menghadap  kedepan, manusia adalah sebaik-baik pemburu. Masalah apakah manusia akan  menjadi pemburu yang serakah atau bijak itu adalah pilihan, selalu  sebuah pilihan.</p>
<p>Berenang bersama hiu hanyalah sedikit hal  yang bisa kita nikmati dikarimunjawa, ia adalah semacam sambal yang  membuat liburan menjadi lebih menggigit. Menu lain yang bisa kita  nikmati adalah terumbu karang nan cantik dan jaim. Kabar baiknya kawan,  seperdelapan dari seluruh populasi terumbu karang dunia ada di  Indonesia. Itu artinya adalah bahwa lautan kita merupakan kebun terumbu  karang terbesar didunia. Mari berteriak hore!! Dikarimunjawa, dengan  duapuluh tujuh pulau dan perairan dangkalnya yang jernih kita bisa  menghabiskan waktu seharian dengan snorkeling ke berbagai spot yang  menakjubkan. Menikmati keragaman terumbu karang yang bertebaran  dimana-mana sambil sesekali menggoda ikan-ikan kecil yang  berenang-renang lincah.</p>
<p><a href="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/snorkeling.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-69" title="Snorkeling" src="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/snorkeling.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Namun saya juga harus menyampaikan sebuah  kabar buruk, sejak tahun 1998 pemanasan global yang mulai melanda  perairan tropis telah menyebabkan pemutihan karang (coral bleaching)  yang membunuh sebagian besar terumbu karang. Angka kematian terumbu yang  disampaikan penggiat lingkungan hidup bahkan mencapai 90 persen. Maka  terumbu karang di karimunjawa ini adalah sebagian kecil dari populasi  terumbu karang dunia yang masih bisa bertahan hidup hingga saat ini.  Terumbu karang yang tersusun dari koloni ribuan hewan kecil yang disebut  polip ini sangat sensitif dengan adanya perubahan ekosistem. Mereka  rata-rata hanya bisa bertahan hidup pada suhu 20-32 derajad celcius,  kenaikan suhu dua hingga empat derajad diatas itu sudah cukup untuk  membunuh mereka. Dan kawan, saking sensitifnya terumbu karang ini bahkan  satu sentuhan manusia saja bisa membunuhnya. Lain kali saat berfoto  bawah air saya akan berusaha untuk tak menyentuh si terumbu karang ini.  Saya tak lagi ingin terlibat dalam kematian-kematian mereka. Kadang  kurangnya pengetahuan tanpa kita sadari telah menjadikan kita pembunuh,  entah itu terumbu entah itu kehidupan lain.</p>
<p><a href="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/go-green.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-70" title="go green" src="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/go-green.jpg?w=300&#038;h=208" alt="" width="300" height="208" /></a></p>
<p>Seperti yang  saya tulis di awal, bahwa para backpacker dinaungi banyak keberuntungan.  Selama kurang lebih lima hari menikmati sudut-sudut laut dan jelajah  darat karimunjawa kami dimanjakan oleh kuliner laut dan masakan bunda  (panggilan kami untuk ibu pemilik homestay). Pagi-pagi bahkan sebelum  kami bangun bunda telah menyiapkan teh manis hangat dan sarapan dengan  berbagai menu, mulai soup ikan hingga baso khas karimun yang nikmat.  Pada siang hari, disela-sela snorkeling kami disuguhi makan siang berupa  berbagai jenis ikan laut segar yang dibakar dengan bumbu kecap buatan  bunda. Jika berada disana pembaca akan takjub melihat cara kami makan,  semua makan dengan porsi jumbo. Terlebih lagi geng dholpin yang selalu  setia membuat kekacauan, betapa mengerikan cara mereka makan siang..  Hahahah.  Takkan pembaca temukan orang yang makan dengan porsi malu-malu  seperti cewek-cewek yang sedang kencan pertama di cafe-cafe. Oh, maaf  ada. Si eva makan dengan porsi kecil, hanya nasi putih lauk mie dan  tempe. Vegetarian yang berada di tengah laut kadang memang terlihat  menyedihkan. Hey, hanya terlihat kawan, bukan benar-menyedihkan. Saya  yakin eva bahagia saat makan berlauk tempe, karena tempe karimun memang  lezat sekali. Pada waktu pertama kali disajikan saja tempe gorengnya  langsung habis, saya sampai tidak kebagian, ugh. Ada satu lagi menu  favorit kami yang disajikan bunda, yaitu es degan yang selalu tersedia  setiap kami pulang snorkeling. Ah, indahnya karimunjawa.<a href="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/patrick.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-71" title="Patrick" src="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/patrick.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Ayo terus  berjalan kawan, menyusuri bumi dan menemukan keajaiban-keajaiban  kecilnya, karena Tuhan menunjukkan banyak keindahan yang tak Ia  tunjukkan pada mereka yang menghabiskan umurnya didapur dan tempat  tidur.</p>
<p><em>Fajar Subchan, penjual permen, backpacker dan penulis.</em></p>
<p><em>-malang, 8 januari 2011-</em></p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/category/catatan-backpacker/'>Catatan Backpacker</a> Tagged: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/backpacker/'>backpacker</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/coral/'>coral</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/coral-bleaching/'>coral bleaching</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/go-green/'>Go Green</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/hiu/'>Hiu</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/ikan/'>Ikan</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/karimunjawa/'>Karimunjawa</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/pantai/'>Pantai</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/pasir-putih/'>Pasir putih</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/pemanasan-global/'>pemanasan global</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/terumbu/'>Terumbu</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/terumbu-karang/'>Terumbu Karang</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thefajarinstitute.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thefajarinstitute.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thefajarinstitute.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thefajarinstitute.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thefajarinstitute.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thefajarinstitute.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thefajarinstitute.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thefajarinstitute.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thefajarinstitute.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thefajarinstitute.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thefajarinstitute.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thefajarinstitute.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thefajarinstitute.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thefajarinstitute.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=66&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2011/01/09/go-green-karimunjawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ad7f97ec983fc4a136d5ec75fa4ee86?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thefajarinstitute</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/jump.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jump</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/hiu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hiu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/snorkeling.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Snorkeling</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/go-green.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">go green</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/patrick.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Patrick</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jika Keindahan Itu Bernama Gelap</title>
		<link>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2011/01/09/jika-keindahan-itu-bernama-gelap/</link>
		<comments>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2011/01/09/jika-keindahan-itu-bernama-gelap/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2011 17:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thefajarinstitute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Backpacker]]></category>
		<category><![CDATA[africa van java]]></category>
		<category><![CDATA[anemon]]></category>
		<category><![CDATA[Baluran]]></category>
		<category><![CDATA[Bama]]></category>
		<category><![CDATA[coral]]></category>
		<category><![CDATA[jatim]]></category>
		<category><![CDATA[macan tutul]]></category>
		<category><![CDATA[nemo]]></category>
		<category><![CDATA[padang rumput]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pasir putih]]></category>
		<category><![CDATA[rusa]]></category>
		<category><![CDATA[Terumbu]]></category>
		<category><![CDATA[TN Baluran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thefajarinstitute.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Kini kita kehilangan pesona dunia: Harum kembang, suara burung, warna fajar, telah (berubah) jadi “pegetahuan”. –GM- Saya tak tau, apakah waktu bisa jatuh hati. Jika ia memang bisa, maka pastilah ia jatuh hati pada tempat ini. Di savana dan hutan baluran ini waktu berjalan lambat-lambat. Ia tak tergesa seperti di kota, tempat segala sesuatu menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=58&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p><em>Kini kita kehilangan pesona dunia: Harum kembang, suara burung, warna fajar, telah (berubah) jadi “pegetahuan”. –GM-</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Saya  tak tau, apakah waktu bisa jatuh hati. Jika ia memang bisa, maka  pastilah ia jatuh hati pada tempat ini. Di savana dan hutan baluran ini  waktu berjalan lambat-lambat. Ia tak tergesa seperti di kota, tempat  segala sesuatu menjadi tua sebelum waktunya.</p>
<p>Jika waktu punya  rasa, maka orang yang tinggal dikota besar akan tau hal ini: bahwa lima  belas menit sebelum jam delapan pagi adalah waktu yang paling tidak enak  didunia. Orang-orang menyetir mobil maupun motor dengan membabibuta,  seakan-akan tidak pernah melihat SIM sebelumnya. Dijalanan stock  kesabaran memang selalu terbatas, ia seringkali melahirkan emosi-emosi  yang susah dijaga. Jadi saran saya, jangan iseng mencari gara-gara  dengan mereka yang berada dijalan raya dikisaran jam delapan pagi,  karena stock kesabaran yang sedikit itu akan membuat orang mudah lupa  bahwa kita pernah upacara dibawah bendera yang sama.<a href="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/rusa2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-79" title="Rusa" src="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/rusa2.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Maka pagi itu  21 november 2010 saya bersyukur, ditengah banyaknya waktu menjelang jam  delapan yang saya habiskan dikota, ada hari dimana saya melewatkan jam  delapan dengan damai, dengan tanpa tergesa. Di taman nasional baluran,  pada jam delapan pagi kita akan disapa suara segar debur ombak dan  kicauan burung, dan ketika kita membuka tirai jendela akan segera  terlihat ratusan monyet berlompatan disekitar kamar. Tak ada absensi  sidik jari, tak ada lampu merah yang macet dan juga segala jenis  definisi keruwetan lainnya. Hanya ada matahari pagi, segarnya hutan,  putihnya pasir pantai, jernihnya laut dan lucunya ikan nemo yang sedang  bermain-main di tengah-tengah anemon si terumbu karang.</p>
<p>Perjalanan  ke Taman Nasional Baluran bermula dari ajakan mas Yusuf melalui sebuah  pesan singkat, iseng-iseng saya pun meng-iya kan. Dalam data base otak  saya, yang namanya Taman itu adalah sebidang tanah di halaman atau  ditengah kota dengan beberapa jenis bunga semacam melati atau mawar yang  dipadukan dengan bonsai yang tertata rapi, dimana kambing dan sapi  dilarang masuk. Namun ketika tau keterangan mas Yusuf bahwa Baluran  adalah semacam Africa Van Java maka mulai goyahlah keimanan saya tentang  definisi dan bentuk sebuah taman.</p>
<p><a href="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/malam.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-80" title="malam" src="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/malam.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Maka begitulah, akhirnya saya  berangkat kebaluran dengan teman-teman yang menyenangkan, ada mas Kris,  mas Yusuf, Tedo, Irene, Ferri dan Hemy imeh serta pak supir yang saya  lupa namanya.. Maaf ya pak L</p>
<p>Dibaluran, ada dua kompleks  penginapan. Yang pertama ditengah savana, tempat dimana rusa-rusa liar  biasa berkumpul di siang hari, sedang yang kedua dipinggir pantai Bama  yang dikelilingi hutan lebat. Jika kawan-kawan memutuskan untuk menginap  di penginapan yang ditengah savana maka akan mendapatkan suguhan  indahnya kehidupan liar savana dengan latar belakang gunung yang  menawan. Sementara kalau memilih menginap didekat pantai Bama akan  disuguhi suasana eksotis hutan lebat dengan suara deburan ombak pantai  pasir putih.</p>
<p>Pada sabtu malam saat makan di cafe penginapan, kami  menyempatkan diri berbincang dengan seorang peneliti dari LIPI dan  peneliti dari Brazil bernama Fernando yang sudah beberapa hari tinggal  disitu. Dengan bersemangat si Fernando ini bercerita tentang  pengalamannya menyusuri hutan siang tadi, kebetulan saat itu ditengah  hutan ia bertemu sekawanan srigala yang sedang memburu seekor rusa,  dalam waktu kurang dari setengah jam seekor rusa telah habis dimakan  oleh kawanan serigala, Fernando beruntung, karena ia sempat mengabadikan  moment tersebut dengan sebuah handycam. Waktu kami tanya apakah dia  tidak takut diserang kawanan serigala tadi, dengan kocak Fernando  menjawab bahwa kalau diserang ia akan lompat ke laut lalu berenang  hingga ke bali lol. Fernando juga bercerita, bahwa sehari sebelum kami  datang seekor macan tutul lengkap dengan badan dan kepalanya datang  kepenginapan namun kemudian pergi lagi. Oiya, dalam versi resmi  sebenarnya yang ditemui Fernando itu bukan srigala, tapi anjing hutan.<a href="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/anemon2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-81" title="Anemon" src="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/anemon2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Hari  sudah semakin malam, namun kami masih bernyaman-nyaman ria di cafe  penginapan, padahal malam itu kami berencana untuk jelajah hutan  mengintip banteng yang lagi cari minum di kubangan. Kawan, kata petugas  kawasan Baluran jika siang hari banteng-banteng ini sangat susah dicari  karena mereka selalu berusaha menghindari manusia, jadi kalau ingin  melihat banteng-banteng ini maka saat terbaik adalah malam hari. Ya,  kami memang bermaksud jelajah hutan, namun cerita tentang macan tutul  yang datang ke penginapan dan video kawanan srigala yang mencabik-cabik  rusa membuat nyali kami ciut, maka kami tak juga beranjak dari cafe.  Untuk orang-orang yang bernyali ciut, cafe merupakan tempat yang  menyenangkan.</p>
<p>Lewat jam sembilan malam kami mulai berkemas. Entah  siapa yang memulai, akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan kehutan.  Pada waktu ijin ke petugas, saya menyempatkan diri untuk bertanya “Pak  dihutan ini masih banyak harimaunya ya?” tanya saya, datar. “Nggak ada,  disini sama sekali ngga ada harimaunya” jawab Penjaga, mantab. “Lho,  katanya tadi malam ada seekor harimau yang datang ke penginapan?” Lanjut  saya, memastikan. “Itu sih Macan Tutul, bukan Harimau. Kalau macan  Tutul disini banyak” kata pak penjaga, dengan wajah tanpa dosa.  Hhhrrggg,&#8230;&#8230;.</p>
<p><a href="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/pantai-bama-baluran2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-82" title="Pantai bama baluran" src="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/pantai-bama-baluran2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Saya memasuki hutan dengan menghibur diri,  seandainya bertemu macan tutul atau srigala toh saya masih bisa lompat  ke laut dan berenang ke bali, seperti tips dari Fernando tadi. Namun  sayang, ternyata rute yang kami ambil justru berlawanan dengan arah  laut, kearah hutan dan savana. Walau menjelang purnama namun hutan tetap  saja hutan, tak bisa benar-benar disebut terang. Apa yang sebenarnya  kami cari dalam gelap? Benarkah itu hanya tentang Banteng yang mencari  minum? Entahlah, kami, terutama saya, tak mempunyai jawaban pasti.  Tiba-tiba saja saya teringat dengan komunitas Gothic yang menyukai  segala yang gelap. Kami sama-sama memasuki gelap, kami sama-sama mencari  sesuatu, namun komunitas Gothic jelas punya tujuan yang lebih kuat  “Kami memilih kegelapan bukan karena mencari jalan sesat, keteduhan yang  kami ingin” kata kaum gothess.</p>
<p>Belum jauh kami memasuki hutan  kami mendapati pemandangan indah, sepasang mata yang bersinar dalam  gelap. Walaupun tingginya berukuran srigala, namun saya tetap berdoa  dalam hati “Tuhan, semoga ini mata seekor kucing, amin” Mungkin setan  tertawa mendengar doa saya, “Walaupun Tuhan maha pemurah mbok ya jangan  keterlaluan bodohnya kalau berdoa” barang kali begitu teriak setan  sambil tertawa berguling-guling. Biarin, dalam hutan ini saya lebih  takut pada Macan Tutul daripada setan, yang takut pada setan cuman si  Irene, dia lebih takut bertemu banaspati, hantu berambut api tanpa tubuh  daripada bertemu binatang buas. Kadang-kadang, jika berada dihutan  perempuan memang aneh..<a href="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/purba.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-84" title="purba" src="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/purba.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Ketika memasuki savana tiba-tiba kami  semua terdiam, ada suara menggeram-geram tak begitu jauh dari tempat  kami berjalan. Kali ini saya tidak berdoa agar itu suara kucing, males  diketawain setan :p. Kami semua sepakat, bahwa itu adalah suara harimau,  ehm bukan, macan tutul. Kawan, menurut penjaga Baluran, macan tutul ini  tak akan mengganggu manusia, jarak sepuluh kilo pun kalau ia tau ada  manusia maka ia akan menghindar. Dan kami percaya, maksudku pada awalnya  kami percaya. Tapi setelah saya pikir-pikir itu tak masuk akal,  buktinya kemarin malam macan tutulnya silaturahmi ke penginapan, bukan  menghindar dari manusia. Antara macan tutul dan si penjaga, salah satu  pasti sedang tidak beres.<a href="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/cafe.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-83" title="cafe" src="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/cafe.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Keputusan bijak akhirnya diambil oleh  mas Yusuf, kami diajak balik kepenginapan. Sesampainya di penginapan  kami duduk-duduk di tepi pantai. Sekedar menenangkan diri dan menikmati  damai. Namun tak lama berselang, kami sudah bersiap-siap untuk berangkat  jelajah hutan lagi. Alasannya sederhana, kami belum sempat foto-foto  dengan spanduk Explore Solo didalam hutan. Fiuh. Antara spanduk dan  kami, salah satu pasti sedang tidak beres.. lol.</p>
<p>Kami pun kembali  masuk hutan, sepasang mata yang bersinar tadi masih ditempat semula,  namun suara menggeramnya sudah tak terdengar lagi. Tiba di padang savana  kami berhenti, sekedar duduk-duduk menikmati bulan bundar yang hampir  purnama. Indah sekali kawan, ketenangannya, udara segarnya, hamparan  luasnya dan kedamaiannya tak terlukiskan. Ada jiwa yang terasa terbang  bebas disana. Ternyata kegelapan memang menyimpan keindahan.</p>
<p>Malang 17 Desember 2010</p>
<p>edisi catatan perjalanan</p>
<p>Fajar</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/category/catatan-backpacker/'>Catatan Backpacker</a> Tagged: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/africa-van-java/'>africa van java</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/anemon/'>anemon</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/baluran/'>Baluran</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/bama/'>Bama</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/coral/'>coral</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/jatim/'>jatim</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/macan-tutul/'>macan tutul</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/nemo/'>nemo</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/padang-rumput/'>padang rumput</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/pantai/'>Pantai</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/pasir-putih/'>Pasir putih</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/rusa/'>rusa</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/terumbu/'>Terumbu</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/tn-baluran/'>TN Baluran</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thefajarinstitute.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thefajarinstitute.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thefajarinstitute.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thefajarinstitute.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thefajarinstitute.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thefajarinstitute.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thefajarinstitute.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thefajarinstitute.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thefajarinstitute.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thefajarinstitute.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thefajarinstitute.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thefajarinstitute.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thefajarinstitute.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thefajarinstitute.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=58&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2011/01/09/jika-keindahan-itu-bernama-gelap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ad7f97ec983fc4a136d5ec75fa4ee86?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thefajarinstitute</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/rusa2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rusa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/malam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">malam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/anemon2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Anemon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/pantai-bama-baluran2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pantai bama baluran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/purba.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">purba</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thefajarinstitute.files.wordpress.com/2011/01/cafe.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">cafe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghukum Orang Kesusahan</title>
		<link>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2011/01/09/menghukum-orang-kesusahan/</link>
		<comments>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2011/01/09/menghukum-orang-kesusahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2011 16:48:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thefajarinstitute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Warung Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung meletus]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thefajarinstitute.wordpress.com/2011/01/09/menghukum-orang-kesusahan/</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang memandang Tuhan itu begitu pemarah dan suka menghukum. Saudara2 saya yang punya pandangan seperti ini ketika terjadi bencana akan dengan mudah mengatakan bahwa bencana itu adalah hukuman Tuhan atas dosa2 manusia yang sudah kelewatan, dan sebagai bangsa yang kelewatan kita memang layak untuk dihukum. Suara2 seperti ini memang sedang nyaring, dan disuarakan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=51&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang memandang Tuhan itu begitu pemarah dan suka menghukum. Saudara2 saya yang punya pandangan seperti ini ketika terjadi bencana akan dengan mudah mengatakan bahwa bencana itu adalah hukuman Tuhan atas dosa2 manusia yang sudah kelewatan, dan sebagai bangsa yang kelewatan kita memang layak untuk dihukum. Suara2 seperti ini memang sedang nyaring, dan disuarakan dari lintas golongan, mulai masyarakat awam hingga pemuka2 agama. Saya tahu, maksud dan tujuan saudara2 saya tersebut sebenarnya baik, mengajak pada pertaubatan dan mengajak kearah kebaikan.<br />
Saya sendiri sementara ini justru sedang bertanya2, benarkah Tuhan sedang menghukum hambanya yang terlalu berdosa? Logika saya memang sederhana, kalau Tuhan memang sedang menghukum pendosa, kenapa yang terhukum justru masyarakat2 pedesaan dan pesisir yang lugu, sementara koruptor2 besar, pengemplang2 uang negara justru tak tersentuh, bisa bersantai studi banding keluar negeri dan jg ada yg nonton tenis malah. Di surabaya, lokalisasi terbesar di asia tenggara pun masih tetap meriah, jangankan kena wedus gembel, hujan abu pun tidak. Masa Tuhan salah menghukum? Kalau logika seperti ini yang dipakai maka sungguh saya prihatin sekaligus khawatir, karena secara tidak sadar kita sedang menghakimi korban2 bencana sebagai kaum pendosa. Menurut saya ini sungguh tak adil dan tak patut. Kita bangsa yang korup dan pendosa, itu mungkin benar, tp gunung meletus adalah sunatullah agar keseimbangan energi bumi tetap seimbang, bumi sedang melepaskan energinya secara berkala. Saudara2 kita yang tertimpa musibah sedang kesusahan, maka janganlah justru menghakimi mereka dengan mengatakan itu adalah hukuman Tuhan. Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Jember, 18 November 2010<br />
-fajar-</p>
<br />Filed under: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/category/catatan-warung-kopi/'>Catatan Warung Kopi</a> Tagged: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/bencana/'>Bencana</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/dosa/'>dosa</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/gunung-meletus/'>Gunung meletus</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/tuhan/'>Tuhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thefajarinstitute.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thefajarinstitute.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thefajarinstitute.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thefajarinstitute.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thefajarinstitute.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thefajarinstitute.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thefajarinstitute.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thefajarinstitute.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thefajarinstitute.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thefajarinstitute.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thefajarinstitute.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thefajarinstitute.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thefajarinstitute.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thefajarinstitute.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=51&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2011/01/09/menghukum-orang-kesusahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ad7f97ec983fc4a136d5ec75fa4ee86?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thefajarinstitute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harapan</title>
		<link>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/08/08/harapan/</link>
		<comments>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/08/08/harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 17:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thefajarinstitute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Warung Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[beruntung]]></category>
		<category><![CDATA[do'a]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[keberuntungan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thefajarinstitute.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[“Kalender selalu sampai di lembar terakhir, kita selalu tiba di pangkal pertanyaan: Benarkah harapan mungkin?” kata Goenawan mohamad, disalah satu tulisannya. Saya termenung2 saat membaca kalimat ini. Harapan, sebuah kata yang sering membuat saya gelisah, tegar sekaligus gentar. Saya sering menyebut harapan dengan mimpi, walaupun memang tak persis benar maknanya. Mimpi atau harapan membuat malam-malam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=47&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Kalender selalu sampai di lembar terakhir, kita selalu tiba di pangkal pertanyaan: Benarkah harapan mungkin?” kata Goenawan mohamad, disalah satu tulisannya. Saya termenung2 saat membaca kalimat ini. Harapan, sebuah kata yang sering membuat saya gelisah, tegar sekaligus gentar. Saya sering menyebut harapan dengan mimpi, walaupun memang tak persis benar maknanya. Mimpi atau harapan membuat malam-malam saya disesaki tanya: saya sedang berdiri dimana? Jauhkah jarak saya dengan mimpi2 saya? Maka saya menjadi gentar, menyadari jauhnya mimpi dari kenyataan. Lalu saya memasukkannya –daftar mimpi- kedalam doa. Saya berdoa berulang2, disaat gelap dan terang. Saya berdoa berulang2 bukan karena takut Tuhan lupa dengan doa saya, atau meragukan kemurahanNYA yang jika saya hanya berdoa sekali maka takkan dipenuhi. Bukan. Saya berdoa berulang2 justru agar saya sendiri selalu ingat akan mimpi yang saya minta. Sungguh, merasa kalah, rasa gentar dan rasa lelah sangat efektif untuk membuat saya lupa dengan mimpi2 saya.<br />
Suatu hari seorang sahabat bercerita, bahwa jika kita selalu mengingat keberuntungan2 dalam hidup kita secara terus menerus maka kita cenderung akan menemukan keberuntungan2 dalam hidup kita, demikian juga sebaliknya, jika yang selalu kita ingat adalah kesialan dalam hidup maka itu juga yang cenderung akan banyak kita temui dalam hidup selanjutnya. Saya setuju dengan yang disampaikan sahabat ini, menurut saya ini adalah konsep syukur: yaitu sebuah kesadaran akan betapa beruntungnya hidup kita.<br />
Dikota malang yang dingin ini, kepada beberapa teman saya pernah menceritakan mimpi2 yang ingin saya gapai hingga akhir tahun. Bukankah kata motivator2 terkenal itu mimpi harus divisualisasikan, juga harus diceritakan? Namun, tak seorangpun percaya saya akan sampai. Dan seperti yang saya bilang, saya juga gentar saat mengingatnya. Kota yang dingin, tanggapan yang dingin.<br />
Saya mungkin lupa, mimpi memang belum menjadi kebutuhan pokok seperti sembako dan sinetron. Segala sesuatu telah di reduksi dan disederhanakan di negeri ini, juga mimpi. ”Kejarlah cita2mu setinggi langit” disederhanakan menjadi ”luluslah dengan nilai tinggi dan carilah pekerjaan yang bagus” Nasehat yang menggoda untuk orang2 yang menatap mimpi dengan gentar seperti saya. Tapi pada akhirnya saya lebih memilih nasehat yang saya ciptakan untuk diri saya sendiri: Dinegeri yang dimiskinkan oleh sistem ini harga cabe saja boleh terbang tinggi, masa mimpi tak boleh tinggi? Kota yang dingin, dengan hati yang sesaat terasa hangat.<br />
Sebenarnya tak selamanya saya melihat mimpi dan negeri ini dengan muram. Setidaknya ada terbersit rasa bangga menjadi anak negeri ketika ingat bahwa republik ini didirikan oleh jutaan orang yang bersemangat, jutaan orang yang berani bermimpi tinggi. Tentang sebuah republik merdeka yang penuh dengan kemakmuran dan keadilan didalamnya. Ya, para pendiri republik ini telah mengajarkan kita untuk berani bermimpi. Yang tinggi.</p>
<p>Malang, 25 juli 2010<br />
-fajar-</p>
<br />Filed under: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/category/catatan-warung-kopi/'>Catatan Warung Kopi</a> Tagged: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/beruntung/'>beruntung</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/doa/'>do'a</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/harapan/'>harapan</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/keberuntungan/'>keberuntungan</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/mimpi/'>mimpi</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/tuhan/'>Tuhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thefajarinstitute.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thefajarinstitute.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thefajarinstitute.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thefajarinstitute.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thefajarinstitute.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thefajarinstitute.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thefajarinstitute.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thefajarinstitute.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thefajarinstitute.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thefajarinstitute.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thefajarinstitute.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thefajarinstitute.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thefajarinstitute.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thefajarinstitute.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=47&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/08/08/harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ad7f97ec983fc4a136d5ec75fa4ee86?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thefajarinstitute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sembilan Puluh Lima Persen (Harapan Part 2)</title>
		<link>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/08/08/sembilan-puluh-lima-persen-harapan-part-2/</link>
		<comments>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/08/08/sembilan-puluh-lima-persen-harapan-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 17:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thefajarinstitute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Warung Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[republik]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thefajarinstitute.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Masih Tentang mimpi, masih tentang harapan. Suatu ketika saya terharu membaca surat terbuka anis baswedan kepada anak muda Indonesia. Beliau bercerita tentang awal mula republik ini berdiri, bahwa angka buta huruf saat itu 95%. Sungguh, saya tak pernah berfikir tentang angka ini: 95%. karena doktrin yang saya terima sejak kecil tentang kemerdekaan adalah seputar bom, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=44&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>Masih Tentang mimpi, masih tentang harapan. Suatu ketika saya terharu membaca surat terbuka anis baswedan kepada anak muda Indonesia. Beliau bercerita tentang awal mula republik ini berdiri, bahwa angka buta huruf saat itu 95%. Sungguh, saya tak pernah berfikir tentang angka ini: 95%. karena doktrin yang saya terima sejak kecil tentang kemerdekaan adalah seputar bom, bedil dan bambu runcing. Angka 95% buat saya ternyata bisa bercerita tentang banyak hal. Republik muda itu, yang kita memanggilnya dengan Indonesia memulai langkahnya dengan berat. Sembilan puluh lima persen kawan! Dan saya benar2 tak habis pikir, terharu dan bangga: menuliskan namanya sendiripun mereka tak mampu, namun berani bicara dan bermimpi tentang sebuah negara berdaulat yang sejajar dengan negara2 besar didunia. Mimpi yang tinggi untuk sebuah bangsa yang bahkan belum bisa mengeja. Saya tak tau, apakah dulu mimpi orang2 yang mendirikan republik muda itu ditertawakan atau tidak. Namun sejarah telah bersaksi, mimpi telah membuktikan bahwa ia akan menemukan jalannya sendiri. Kini, enam puluh lima tahun setelah republik muda itu berdiri angka buta huruf tinggal 8%. Kita boleh berbangga bahwa kita adalah sebuah negeri yang tercerahkan. Kini, kita mampu menuliskan nama kita sendiri, namun sayang, bersama angka buta huruf yang pergi, nyali untuk menuliskan mimpi yang tinggi juga ikut pergi..&nbsp;</p>
<p>(Malang, 27 Juli 2010. Disela2 kegiatan mengumpulkan nyali)</p>
</div>
</div>
<p><abbr title="Tuesday, July 27, 2010 at 9:05pm"></abbr></p>
<br />Filed under: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/category/catatan-warung-kopi/'>Catatan Warung Kopi</a> Tagged: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/harapan/'>harapan</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/mimpi/'>mimpi</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/republik/'>republik</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/tinggi/'>tinggi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thefajarinstitute.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thefajarinstitute.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thefajarinstitute.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thefajarinstitute.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thefajarinstitute.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thefajarinstitute.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thefajarinstitute.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thefajarinstitute.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thefajarinstitute.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thefajarinstitute.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thefajarinstitute.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thefajarinstitute.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thefajarinstitute.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thefajarinstitute.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=44&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/08/08/sembilan-puluh-lima-persen-harapan-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ad7f97ec983fc4a136d5ec75fa4ee86?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thefajarinstitute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuhan yang Feminin</title>
		<link>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/08/08/tuhan-yang-feminin/</link>
		<comments>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/08/08/tuhan-yang-feminin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 17:44:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thefajarinstitute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Warung Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[feminin]]></category>
		<category><![CDATA[feminisme]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thefajarinstitute.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah fajar kecil yang cerewet dan banyak bertanya. Dan menyebalkan. Suatu ketika karena terlalu banyak bertanya dengan agak gusar guru saya berkata &#8220;jangan terlalu banyak bertanya, seperti bangsa yahudi saja&#8221;. Tentu saja waktu itu saya masih terlalu kecil untuk tau apa itu &#8220;terlalu banyak tanya&#8221; dan &#8220;bangsa yahudi&#8221; pengetahuan saya tentang bangsa yahudi hanyalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=41&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adalah fajar kecil yang cerewet dan banyak bertanya. Dan menyebalkan. Suatu ketika karena terlalu banyak bertanya dengan agak gusar guru saya berkata &#8220;jangan terlalu banyak bertanya, seperti bangsa yahudi saja&#8221;. Tentu saja waktu itu saya masih terlalu kecil untuk tau apa itu &#8220;terlalu banyak tanya&#8221; dan &#8220;bangsa yahudi&#8221; pengetahuan saya tentang bangsa yahudi hanyalah sebatas tentang kisah para rasul, dimana orang2 yahudi bertanya berkali2 kepada rasul tentang ciri2 sapi yang harus dicari. Maka sayapun menggumam dalam hati &#8220;saya kan bertanya tentang pelajaran, bukan tentang sapi&#8221; lol<br />
Ketika kemudian saya menjadi mahasiswa, saya bertemu sahabat2 yang alhamdulillah bawelnya lebih parah dari bawel yang menjangkiti saya. Sahabat2 yang hobinya menanyakan, mempertanyakan dan menyatakan hal2 yang kontroversial. Terkadang yang dinyatakan benar tapi tertolak oleh konstruksi sosial, dan tidak diakui sistem. Suatu ketika dalam sebuah diskusi kecil, seorang sahabat yang kini menjadi dosen sebuah perguruan tinggi negeri islam ternama di surabaya berkata &#8221; memakai jilbab itu tidak wajib&#8221; ujarnya dengan gaya yang nyentrik, khas sidoarjo. Seorang sahabat lain segera terpancing &#8221; wah ngawur&#8221; ujarnya dengan berapi2. Dengan tenang sahabat pertama tadipun tersenyum penuh kemenangan, kumis anehnya yang setia ikut kemana2 bergerak2 mengikuti pola senyumnya. &#8220;Yang wajib itukan menutup aurat, bukan memakai jilbab. Menutup aurat bisa dengan apa saja, bisa dengan sarung, bisa juga dengan selimut, tak harus dengan jilbab&#8221; lanjutnya, mantab. Hahahha saya tertawa lepas dalam hati, akan saya tunggu masa nya tiba. Saya akan lihat apakah kelak istrinya akan pergi ke mall dengan memakai selimut, atau memakai kain gulungan, atau memakai spanduk yang sudah tidak terpakai. Kawan, terkadang kebenaran memang memilukan.<br />
Beberapa waktu yang lalu di penghujung malam, disebuah tempat yang damai di jogja saya larut dalam diskusi dengan dua orang sahabat, seorang santri gontor dan seorang TKW penjual shampo baik hati yang memberi kami tumpangan menginap. Sahabat dari gontor ini bercerita, tentang Tuhan laki2 dan Tuhan perempuan. &#8220;Dahulu saya mempersepsikan Tuhan itu sebagai Tuhan laki2, Tuhan yang maskulin. Tuhan yang gemar menghukum jika saya berbuat salah&#8221; curhatnya, memelas. Dan saya pun terharu. &#8220;Akibat dari persepsi dari Tuhan maskulin ini kehidupan saya jadi serasa terkekang. Langkah saya jadi terbatas karena takut salah, takut dihukum&#8221; lanjutnya. Dan saya masih terharu.<br />
&#8220;Sekarang saya mempersepsikan Tuhan sebagai Tuhan perempuan, Tuhan yang feminin. Dalam persepsi saya sekarang, Tuhan adalah sosok yang lembut dan pemaaf. Tuhan yang penyayang. Dengan persepsi saya sekarang, hidup jadi lebih tenang dan lebih bebas&#8221; tutupnya. Sejenak dia terdiam, perempuan penjual shampo terdiam, saya terdiam, dan Mas Jek yang sedang tidur lelap didalam rumah pun juga terdiam.<br />
Baiklah, saya ingin menanggapi.<br />
Menurut saya sah2 saja persepsi sahabat dari gontor ini tentang Tuhan. Bukankah Tuhan sendiri berkata &#8220;Aku adalah seperti yang kamu sangkakan&#8221;? Walaupun pendapat yang lebih konservatif mengatakan bahwa Tuhan itu bukan laki2 dan bukan perempuan. Yang ingin saya tanggapi adalah persepsi tentang laki2 dan perempuan itu sendiri, persepsi tentang maskulin dan feminin. Ah, kawan, dewasa ini menurut saya terlalu tergesa2 jika mendefinisikan lelaki dengan tegas, keras, dan senang menghukum. Dan mendefinisikan perempuan dengan lembut dan pemaaf serta penyayang. Mendefinisikan laki2 dan perempuan seperti itu bisa saja tepat, tapi kita harus mundur 75 tahun kebelakang dulu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Jadi begini kawan, walaupun sebenarnya ide lama, tapi saya senang dengan ide &#8220;Tuhan yang lembut dan pemaaf, serta pengasih dan penyayang, seperti dalam kalimat yang melengkapi bismillah&#8221; namun saya sedikit geli dengan definisi dan persepsi tentang laki2 dan perempuan itu sendiri. Bukankah sudah nyata, bahwa engkau dilahirkan dengan nama luthfi, yang artinya Lelaki yang Lembut? Bukan Lathifah, yang berarti perempuan yang lembut. Namamu sangat &#8220;mudzakkar&#8221; kawan, bukan &#8220;muannas&#8221;. Atinya sifat lembut itu juga bisa sangat lelaki. Maka kutunggu undanganmu disebuah warung kopi, untuk mendiskusikan masalah ini lebih jauh. Atau, aku akan tetap geli.</p>
<p>Sebuah doa: Wahai Tuhan -yang maskulin dan feminin- terimakasih karena telah memberikan saya sahabat2 yang bawel, dan mohon berikanlah lebih banyak sahabat dari jenis mereka. Tapi Tuhan, satu istri yang bawel saja saya rasa sudah cukup. Itupun jangan yang terlalu bawel.. Amin.</p>
<p>(Indonesia, 07 Juli 2010)<br />
-fajar-</p>
<br />Filed under: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/category/catatan-warung-kopi/'>Catatan Warung Kopi</a> Tagged: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/feminin/'>feminin</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/feminisme/'>feminisme</a>, <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/tag/tuhan/'>Tuhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thefajarinstitute.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thefajarinstitute.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thefajarinstitute.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thefajarinstitute.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thefajarinstitute.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thefajarinstitute.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thefajarinstitute.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thefajarinstitute.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thefajarinstitute.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thefajarinstitute.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thefajarinstitute.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thefajarinstitute.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thefajarinstitute.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thefajarinstitute.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=41&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/08/08/tuhan-yang-feminin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ad7f97ec983fc4a136d5ec75fa4ee86?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thefajarinstitute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bintang-Bintang</title>
		<link>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/06/14/bintang-bintang/</link>
		<comments>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/06/14/bintang-bintang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 06:14:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thefajarinstitute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Warung Kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thefajarinstitute.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah kisah tentang sebuah negeri yang begitu menerima perbedaan, negeri kita, nusantara. Saat berbincang dengan seorang sahabat dia bercerita tentang tari, ada pola mengagumkan tentang tari2an di Indonesia: Dari arah paling barat, aceh, orng menari dengan posisi duduk2, semakin ketimur di jawa, kalimantan dan sulawesi orang menari dengan posisi semakin berdiri, hingga sampai di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=38&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah kisah tentang sebuah negeri yang begitu menerima perbedaan, negeri kita, nusantara. Saat berbincang dengan seorang sahabat dia bercerita tentang tari, ada pola mengagumkan tentang tari2an di Indonesia: Dari arah paling barat, aceh, orng menari dengan posisi duduk2, semakin ketimur di jawa, kalimantan dan sulawesi orang menari dengan posisi semakin berdiri, hingga sampai di papua orang menari dengan melompat2. Sbuah keragaman yang tersusun indah. Tak ada satupun negeri yang seperti ini, tidak negeri jauh, tidak pula negeri tetangga. Tuhan menyusun Indonesia terlalu sempurna.<br />
Mungkin kita terlalu terbiasa dengan perbedaan. Bahkan perbedaan2 yang ekstrim sekalipun, karena memang atas dasar itulah negeri kita disusun.. Konon namanya adalah kemajemukan. Bhineka tunggal ika. Walau saudagar dan sudra, tapi tetap merasa sebagai saudara.<br />
Setiap ada tugas keluar kota biasanya saya selalu menyempatkan diri jalan2 keliling kota, jalan kaki saja. Suatu malam ketika jalan kaki meyusuri trotoar dijember didekat gramedia saya menemukan seorang lelaki yang meringkuk di trotoar sambil memeluk sebuah tas, tak terbayangkan dinginnya karena hari baru saja hujan dan trotoar tempatnya tidur bahkan belum mengering benar. Tak sampai setengah jam jalan kaki saya menemukan banyak sekali orang2 yang senasib dengan laki2 pemeluk tas tadi. Sungguh, trotoar adalah tempat tidur terpanjang didunia.<br />
Namun menurut saya ada jalanan yang lebih bisa mewakili bhineka tunggal ika dengan lebih pas dari pada jalanan di jember, yaitu jalan dhoho kediri, yang merupakan salah satu ruas jalan utama di kediri. Kalau malam-malam kita jalan menyusuri jalan doho, dengan mata telanjang kita akan lihat betapa disepanjang jalanan ini begitu banyak jenis makanan tersedia, mulai pecel tumpang, urap2, ayam goreng, sate, roti, hingga berbagai jenis makanan lainnya.. Yang tentu lebih banyak adalah pengunjungnya, tertawa canda menikmati malam sepanjang doho. Saya gembira melihatnya, inilah pesta ala rakyat. Tak ada dana trilyunan ala century, tak ada penggelapan senilai milyaran ala markus pajak. Ya, inilah pesta rakyat. Namun kawan, jangan lupa, ini adalah negeri yang berslogan Bhineka Tunggal ika, smua yang berbeda hidup di alam yang sama. Dijalan doho yang menyenangkan ini, jika hari semakin malam maka akan semakin banyak oarang2 dengan tampilan menyedihkan terbaring begitu saja sepanjang jalan, disela2 penjual makanan, adu banyak dengan mereka yang berpesta menikmati malam. Terbaring tanpa masa depan, sambil menatap bintang bintang. Disekolah, selamanya kisah tentang bintang2 adalah kisah tentang keindahan. Dijalanan, selamanya kisah tentang bintang2 bersaudara dengan kelaparan. Tentu saja, saya bukan orang yang taat beribadah. Namun malam itu gemetar hati saya saat ingat sebuah kalimat bijak, yang mengatakan bahwa akan dilaknat oleh malaikat seorang yang tidur dg perut kenyang sementara tetangganya ada yang kelaparan.<br />
(Ditulis sepotong potong sepanjang malang, jember dan kediri. 1 April 2010)</p>
<br />Filed under: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/category/catatan-warung-kopi/'>Catatan Warung Kopi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thefajarinstitute.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thefajarinstitute.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thefajarinstitute.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thefajarinstitute.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thefajarinstitute.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thefajarinstitute.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thefajarinstitute.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thefajarinstitute.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thefajarinstitute.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thefajarinstitute.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thefajarinstitute.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thefajarinstitute.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thefajarinstitute.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thefajarinstitute.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=38&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/06/14/bintang-bintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ad7f97ec983fc4a136d5ec75fa4ee86?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thefajarinstitute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari</title>
		<link>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/06/14/mencari/</link>
		<comments>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/06/14/mencari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 05:55:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thefajarinstitute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Warung Kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thefajarinstitute.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Setiap detik kita selalu menemui kenyataan baru yang berulang: Tumbuh. Meninggalkan potongan2 cerita masa lalu untuk bertemu dengan kejutan-kejutan berikutnya. Namun kita selalu bisa pulang. Setidaknya saya bisa selalu pulang, sejauh ini. Berlari2 ke hutan perbukitan di pinggir desa yang kini telah tak ada, atau bermain bola saat purnama. Masa kecil memang menggoda, dan kehidupan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=33&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap detik kita selalu menemui kenyataan baru yang berulang: Tumbuh. Meninggalkan potongan2 cerita masa lalu untuk bertemu dengan kejutan-kejutan berikutnya. Namun kita selalu bisa pulang. Setidaknya saya bisa selalu pulang, sejauh ini. Berlari2 ke hutan perbukitan di pinggir desa yang kini telah tak ada, atau bermain bola saat purnama.<br />
Masa kecil memang menggoda, dan kehidupan begitu sederhana: Tertawa berarti bahagia, tersenyum berarti senang, dan wajah masam berarti kecewa. Saat itu saya memang belum begitu mengenal layar kaca, yang kelak menjadi guru terbaik untuk berpura-pura.<br />
Menjadi muda dan memiliki pilihan mungkin adalah sebuah kutukan. Kutukan yang sama dengan ketika kita memiliki pengetahuan. Terusir. Setiap kita mendapatkan pengetahuan baru, maka kita akan segera terusir dari kenyamanan lama, menuju tempat yang lebih gelisah, tempat yang memiliki lebih banyak pilihan. Pengetahuan juga menyebabkan adam memiliki pilihan2. Dari awalnya hanya hanya tau tentang surga, maka dengan pengetahuan yang didapatnya ada muncul bumi dan neraka.<br />
Baiklah, izinkan saya sedikit bercerita. Saat masih kecil barang mewah bagi saya adalah majalah mentari dan majalah donal bebek yang selalu saya pinjam dari tetangga, serta sebuah sepeda. Berjam-jam waktu kecil saya akan habis untuk masuk dalam dunia bebek dan tikus yang saya baca. Mikey tikus dan si Donal terlanjur membuat saya percaya bahwa cewek cantik di dunia itu Cuma dua: Dessy dan Minnie. Saat itu saya sungguh berharap punya teman bermain secantik mereka berdua. Kebahagiaan masa kecil yang sederhana.<br />
Tumbuh menjadi muda terkadang merusak segalanya. Setidaknya saya jadi tau, bahwa ternyata perempuan paling cantik didunia itu bukan Dessy Bebek atau Minnie tikus. Sungguh, seberapapun anda menyangkalnya saya tetap percaya bahwa Dian Satro jauh lebih cantik daripada si Dessy kekasih Donald. Maka pengetahuan tentang dian sastro dan Annelis Melema telah membuat saya terusir dari salah satu pekarangan indah masa kecil saya.<br />
Tumbuh menjadi muda sudah saya katakan merusak segalanya. Semakin banyak dian satro – dian satro bermunculan dalam hidup saya. Ia menjelma menjadi cantiknya merek hape, ia menjelma menjadi trendynya model sepatu. Dan ia menjelma menjadi status pekerjaan yang terus diburu. Sungguh, dian satro tak pernah selesai. Pengetahuan selalu mengusir kita dari satu bentuk dian satro ke bentuk dian satro yang lain. Dari satu label ke label yang lain, dari satu merk ke merk yang lain. Orang bilang, saya sedang tumbuh mencari identitas, dan saya mencarinya kedalam eiger, ke dalam blackberry, kedalam hp, kedalam nokia, kedalam energen, kedalam Lea, kedalam garuda, kedalam canon dan kedalam hitamnya kopi.<br />
Pada akhirnya saya memang merasa hanyalah bagian dari pencari identitas, yang berebut identitas dalam label-label yang berjejalan di semua media, dari pagi hingga pagi lagi. Namun, seperti yang sering disitir goenawan mohammad, bahwa Identitas itu konon ibarat sebuah bawang: Sesuatu yang tampak utuh, tapi jika dibuka yang ada hanyalah lapisan kulit demi lapisan kulit&#8230; kita buru hingga mata kita pedih dan berairpun yang ada hanya lapisan kulit.<br />
Saya tak tau, jenis lapisan bawang macam apa yang sebenarnya ingin saya susun, atau saya kupas. Saya hanya berharap suatu saat bisa berhenti, untuk jatuh hati, dengan sederhana.</p>
<p>-fajar-</p>
<p>(Malang 11 Mei 2010 dini hari)</p>
<br />Filed under: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/category/catatan-warung-kopi/'>Catatan Warung Kopi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thefajarinstitute.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thefajarinstitute.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thefajarinstitute.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thefajarinstitute.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thefajarinstitute.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thefajarinstitute.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thefajarinstitute.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thefajarinstitute.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thefajarinstitute.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thefajarinstitute.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thefajarinstitute.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thefajarinstitute.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thefajarinstitute.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thefajarinstitute.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=33&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/06/14/mencari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ad7f97ec983fc4a136d5ec75fa4ee86?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thefajarinstitute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ReRASAN</title>
		<link>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/06/14/rerasan/</link>
		<comments>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/06/14/rerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 05:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thefajarinstitute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Warung Kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thefajarinstitute.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu, kalau bertemu dengan teman2 dari pers mahasiswa atau organisasi lain, hal yang sering kami lakukan adalah ”Rasan2”, yang biasanya kami gunjingkan adalah tokoh2 terkenal, entah itu tokoh ekonomi, politik maupun pertanian. Karena sekarang jarang yang bisa diajak rasan2, maka saya menulis saja. Kali ini tentang penulis&#8230; Seno Gumira Aji Darma Ini adalah cerpenis favorit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=28&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dahulu, kalau bertemu dengan teman2 dari pers mahasiswa atau organisasi lain, hal yang sering kami lakukan adalah ”Rasan2”, yang biasanya kami gunjingkan adalah tokoh2 terkenal, entah itu tokoh ekonomi, politik maupun pertanian. Karena sekarang jarang yang bisa diajak rasan2, maka saya menulis saja. Kali ini tentang penulis&#8230;</p>
<p>Seno Gumira Aji Darma<br />
Ini adalah cerpenis favorit saya, ciri khas cerpennya menurut saya adalah detail, hidup, dan tak bahagia. Saat membaca cerpen2 seno seringkali saya tercengang2, bagaimana dia bisa mengolah ide kecil menjadi sebuah cerpen yang menarik. Ketika berkisah tentang lipstik, lebih tepatnya perempuan yang melipstiki bibirnya, si seno mulai dari awal cerpen hingga akhir hanya berkisah tentang seputar lipstik, dan hebatnya cerpennya tetap menarik. Demikian juga ketika berkisah tentang celana dalam berwarna merah –yang menurut seno adalah celana dalam terindah- dari semenjak awal cerpen hingga akhir ceritanya tak beranjak jauh2 dari celana dalam tadi, dan tentu saja perempuan cantik yang mengenakannya. Tanpa menggunakan alur maupun kalimat yang vulgar seno gumira berhasil membangun cerpen yang memesona dengan hanya –maaf- berbekal celana dalam.<br />
Kadang2 saya bersyukur, untung seno cuma menulis tentang lipstik di cerpennya. Kalau saja ia menulis lengkap proses rias, mulai si perempuan memakai foundation, berbedak dan seterusnya, mungkin cerita itu akan jadi sebuah novel, novel yang panjang. Atau jika seno menceritakan tentang kelanjutan dari ber-rias-ria tadi, misalnya si perempuan ternyata hendak kencan atau ternyata hendak berselingkuh, maka bisa2 tulisannya akan jadi Tetralogi, tentusaja tetralogi yang panjang. Fiuh, untung seno juga cuma cerita tentang sebuah celana dalam, bayangkan kalau dia bercerita tentang Matahari Departement Store yang punya ribuan celana dalam itu&#8230; pasti sangat panjang sekali kisahnya</p>
<p>Pramoedya Fajar Ananta Toer<br />
Sosok yang oleh para aktivis di panggil Mas Pram ini adalah novelis favorit saya. Tetralogi pulau burunya benar2 ajaib. Caranya bertutur benar2 indah. Annelis Melema yang dia gambarkan juga terbayang luar biasa cantik. Kalau misalnya ada yang menyamai kecantikan dian sastro dalam bayangan saya cuma ada dua, Kristin kriuk dlm smallville dan Annelis Mellema dalam Bumi Manusia. Ironis memang, saya belajar menulis puisi bukan dari buku2 puisi, tapi justru dari Bumi Manusia-nya mas pram. Menurut saya, Novel Bumi manusia adalah sebuah puisi yang panjang: Ia adalah novel dan ia adalah puisi.</p>
<p>Goenawan Mohamad<br />
Ini adalah sosok penulis essay yang paling saya kagumi. Catatan pinggir-nya saya rasa susah untuk dicari tandingannya di Indonesia. Caranya mengawali dan mengakhiri sebuah artikel sangat cerdas dan menggoda. Tulisannya tajam, lugas, indah, luas dan menggoda secara bersamaan. Seumur hidup saya ingin bisa menulis lebih tajam, lebih lugas dan lebih indah serta lebih menggoda dari Goenawan Mohamad&#8230; hahaha tapi bagaimana bisa?<br />
Ada cerita menarik tentang Goenawan ini, semoga saya tak salah ingat dan tak salah sumber. Suatu ketika saat Soeharto masih berkuasa dia mampir ke kantor redaksi Majalah Tempo, bukan sambutan meriah seperti ditempat lain yang ia dapat, tapi sebuah kenyataan bahwa Goenawan Mohammad justru menurunkan bendera setengah tiang sambil menyanyikan lagu gugur bunga. Tentu saja, Soeharto tersinggung. Seluruh karyawan Tempo hingga tukang sapunya ditangkap..</p>
<p>Dina Oktaviani<br />
Penyair muda. Lebih muda dari saya. Menulis puisi lebih banyak dari saya. Dan tentu saja puisi-puisinya jauuuuuuh lebih bagus dari puisi-puisi saya.<br />
Tahun 2002, saat pertama kali membaca beberapa pusinya saya langsung jatuh hati. Buku kumpulan pusisinya dalam Block Note Poetri yang secara tampilan fisik sangat jelek sekali (salah satu buku dengan wujud fisik paling jelek yang pernah saya temui di toko buku) bahkan masih saya simpan sampai sekarang. Saya benar2 terkejut, bagaimana mungkin gadis eehm maksud saya perempuan semuda itu bisa menulis puisi sebagus itu. Dan semua puisinya bagus, benar2 bagus. Puisi2nya adalah patah hati. Kalau anda seorang yang sedang jatuh cinta dan kemudian membaca puisi2nya maka anda akan langsung patah hati. Kata seorang sahabat, Jangan membaca puisi2 dina digedung yang tinggi, resikonya anda akan patah hati lalu meloncat bunuh diri<br />
Sial memang, penyair favorit saya justru hobinya membuat saya patah hati.</p>
<p>Andri Afianto<br />
Dalam dunia nyata, ini salah satu penyair yang bisa dan mau saya ajak ngopi. Kelak kalau dia jadi menteri maka saya akan dengan bangga bilang bahwa dia pernah membuatkan saya kopi! Puisi2nya bagus, berani keluar dari jalur dan menyayat2. Kesederhanaan dan kejujuran puisinya membuat kehidupan seringkali terasa pedih. Kepedihan yang dibalut puisi yang indah. Saking pedihnya, setelah satu kali baca maka butuh waktu yang cukup lama untuk menguatkan mental agar sanggup membacanya untuk yang kedua kali. Logika yang dibangun dalam tulisan2nya seringkali membuat saya geleng2 kepala. Yang paling saya benci dari penyair yang biasa saya panggil Mas Jek ini adalah bahwa dia ternyata tidak pernah mengumpulkan puisi2 dan artikelnya, hingga puisi2nya banyak yang lenyap. Saat ini yang sedang sangat saya tunggu dari mas jek adalah novelnya, yang tak kunjung selesai.</p>
<p>Penulis Terakhir yang Ingin Saya Rasani<br />
Sebenarnya ada satu penulis lagi yang ingin saya rasani. Seorang sahabat. Tapi kalau nekad saya tulis maka kemungkinan yang tersisa ada dua: Pertama, akan jadi bahan Gosip, Kedua, Akan jadi bahan pertengkaran. Hei, aku capek bertengkar denganmu =)<br />
Jadi, cukup sampai di mas jek aja rasan-rasan nya. Oiya, tulisan2 ini sungguh diragukan validitasnya, sama tidak validnya dengan rumpian ibu2 di perumahan, oleh sebab itu jangan dijadikan bahan inspirasi, apalagi bahan skripsi.</p>
<p>Malang, 10 Juni 2010<br />
-fajar, penjual permen-</p>
<br />Filed under: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/category/catatan-warung-kopi/'>Catatan Warung Kopi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thefajarinstitute.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thefajarinstitute.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thefajarinstitute.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thefajarinstitute.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thefajarinstitute.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thefajarinstitute.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thefajarinstitute.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thefajarinstitute.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thefajarinstitute.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thefajarinstitute.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thefajarinstitute.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thefajarinstitute.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thefajarinstitute.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thefajarinstitute.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=28&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/06/14/rerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ad7f97ec983fc4a136d5ec75fa4ee86?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thefajarinstitute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sahabat</title>
		<link>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/06/14/sahabat/</link>
		<comments>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/06/14/sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 05:52:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thefajarinstitute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Warung Kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thefajarinstitute.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[21.27.05 Aku punya ide untuk buku aa2. Kita kasih judul aa2: untuk bang iwan. Trus segmen2nya adalah judul2 lagunya bang iwan, sesuai tema. Misal, mata indah bola pingpong adalah tulisan2 kita tentang cinta. Trus ada yang tentang kemanusiaan, mungkin judulnya si budi. Dll.Seru. Gmn? 21.30.18 Iya, seru banget! 21.33.59 Tumben :p biasanya kmu mencaci maki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=30&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>21.27.05 Aku punya ide untuk buku aa2. Kita kasih judul aa2: untuk bang iwan. Trus segmen2nya adalah judul2 lagunya bang iwan, sesuai tema. Misal, mata indah bola pingpong adalah tulisan2 kita tentang cinta. Trus ada yang tentang kemanusiaan, mungkin judulnya si budi. Dll.Seru. Gmn?<br />
21.30.18 Iya, seru banget!<br />
21.33.59 Tumben :p biasanya kmu mencaci maki ideku :p baiklah. Jadi apa segmennya fa? Usulmu?<br />
21.48.33 Untuk cinta tak sampai: Senandung Lirih<br />
Untuk cinta yang sampai: Yang terlupakan<br />
Untuk proletar bersatu takbisa dikalahkan: Sore tugu pancoran/ Orang pinggiran<br />
Untuk Sahabat: Kereta Tiba Pukul Berapa?<br />
Untuk Sosial Politik: Surat Buat Wakil Rakyat<br />
Untuk Mimpi2: Belum Ada Judul/ Mimpi yang Terbeli<br />
Trus nanti untuk judul segmen ditulis satu halaman sendiri dikertas putih lalu dibawahnya ada potongan pendek lirik dari lagu yang dijadikan segmen tadi<br />
21.56.58 Sumpah keren. Aku sudah bisa membayangkan kita diundang oleh bang iwan ngeteh dirumahnya, sambil beliau tanya2 tentang tulisan2 kt.<br />
21.59.34 Kalau bukunya tidak dicetak indie tapi dicetak penerbit umum pasti gaungnya lebih menggigit. Minum teh dirumah bang iwannya bisa dua kali <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
22.01.32 Ya kita cari penerbitlah. Klo ga dapet ya diterbitkan indri :p eh indie dulu. Paling juga ntar ditawarin sama gramedia <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
22.02.03 Iya<br />
Kalau Ayu pinginnya nama segmennya apa aja?<br />
22.04.45 Sepakat dengan kamu tadi, ditambah dengan alam, judulnya keseimbangan<br />
22.09.39 Yup, keren<br />
22.13.47 Krn kmu yg punyabb:p jadi km yang bikin prototypenya ya<br />
22.17.29 Hwahahaha justru lebih keren kalau pakai laptop :p tapi nanti coba tak bikinlah<br />
Oiya, kalau memungkinkan ada segmen khusus yang judulnya Antara Ayu, fajar dan Jacko: Adaptasi dari lagu Iwan yang Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu, tapi aku belum yakin tentang isi segmennya<br />
22.19.02 Wah mantap. Jadi kamu bekas pacarnya mas jek? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  hehe. Itu bisa jadi halaman perkenalan. Jadi ga pake ”Tentang Penulis”lg<br />
22.22.22 Aha, segmen perkenalan yang keren! Baiklah, judunya diganti Antara fajar, Ayu dan Jacko :p<br />
22.23.24 Emang kita keren :p<br />
22.27.05 Hush, bukunya belum jadi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
22.27.51 Ya kmu sih bikin prototype ga jadi jadi</p>
<br />Filed under: <a href='http://thefajarinstitute.wordpress.com/category/catatan-warung-kopi/'>Catatan Warung Kopi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thefajarinstitute.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thefajarinstitute.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thefajarinstitute.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thefajarinstitute.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thefajarinstitute.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thefajarinstitute.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thefajarinstitute.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thefajarinstitute.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thefajarinstitute.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thefajarinstitute.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thefajarinstitute.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thefajarinstitute.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thefajarinstitute.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thefajarinstitute.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thefajarinstitute.wordpress.com&amp;blog=3716444&amp;post=30&amp;subd=thefajarinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thefajarinstitute.wordpress.com/2010/06/14/sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ad7f97ec983fc4a136d5ec75fa4ee86?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thefajarinstitute</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
